Siklus Air di Bumi

Air merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup. Manusia, hewan, dan tumbuhan memerlukan air. Air merupakan bagian penting dari komponen lingkungan. Adanya pergantian musim, air bisa datang dan bisa pergi. Air melimpah pada musim penghujan. Air menghilang pada musim kemarau. Keberadaan air di bumi berhubungan dengan daur air? Apa yang dimaksud daur air? Bagaimana prosesnya? Untuk lebih jelasnya, ikuti pembahasan materi berikut.
 
A. PENGERTIAN DAUR AIR
 
Air sangat penting bagi makhluk hidup. Manusia, hewan, dan tumbuhan memerlukan air. Apakah kegunaan air bagi manusia? Manusia memerlukan air, misalnya untuk memasak, mandi, dan mencuci.
Adanya pergantian musim, air bisa datang dan bisa pergi. Di musim hujan, air melimpah. Adapun di musim kemarau, air berkurang bahkan terjadi kekeringan. Sebenarnya air selalu tersedia di bumi. Di alam, air mengalami daur air. Daur air adalah perputaran air yang terjadi di alam. Daur air terjadi secara berulang-ulang dengan sangat teratur.
Perhatikan gambar daur air berikut ini!
Dari gambar di atas, proses daur air dapat dijelaskan sebagai
berikut.
  1. Air laut terkena panas matahari menguap menjadi awan. Awan ditiup angin, sehingga berkumpul di atmosfer. Makin naik ke atas, suhu awan makin dingin. Awan yang suhunya dingin berkondensasi menjadi titik-titik air.
  2. Titik-titik air terbawa oleh angin dan jatuh menjadi hujan.
  3. Air hujan yang jatuh di darat masuk ke sungai. Air sungai mengalir ke laut. Sebagian air hujan akan menjadi air tanah. Air tanah keluar sebagai sumber air.
Daur air terjadi berulang-ulang sehingga air selalu tersedia di bumi.
 
B. KEGIATAN MANUSIA YANG BERPENGARUH TERHADAP DAUR AIR
 
Daur air sudah terjadi sejak terbentuknya lautan. Selama berjuta-juta tahun daur air tidak mengalami perubahan. Jika manusia pandai menjaga keseimbangan alam, air akan tersedia.
Kelangsungan daur air terkait dengan iklim. Cahaya matahari, udara, arah angin, dan kelembapan udara, berpengaruh pada kelangsungan daur air. Di gurun pasir sangat jarang terjadi hujan, sehingga jumlah air sedikit. Adapun di daerah hujan tropis, hujan dapat berlangsung sepanjang tahun.
Hutan dapat menyimpan air. Hal itu disebabkan akar-akar pohon di hutan mampu menyimpan air. Oleh karena itu, kita harus menjaga kelestarian hutan.
Penebangan hutan  akan berdampak buruk terhadap kelangsungan daur air. Salah satu akibat penebangan hutan, yaitu terjadi banjir.
Sekarang, kamu lihat di daerah perkotaan. Di daerah perkotaan, jarang ditemukan sumber air. Air hujan yang meresap ke dalam tanah sangat sedikit. Air hujan langsung  mengalir ke selokan
menuju sungai. Banyaknya bangunan dan  jalan beraspal menyebabkan berkurangnya air dan mengganggu kelangsungan daur air. Oleh karena itu, perlu diadakan usaha-usaha untuk menyeimbangkan daur air. Contohnya pembuatan bak-bak resapan air, pembuatan waduk, bendungan, dan saluran irigasi.
Kita harus membiasakan menghemat air. Karena ketersediaan air sangat terbatas apalagi di musim kemarau. Di musim kemarau sungai dan air sumur menjadi kering. Penduduk sulit mendapatkan air bersih. Sebagian penduduk mengambil sisa-sisa air sungai untuk minum, dengan melalui proses penyaringan terlebih dahulu.
Kebiasaan menghemat air adalah sikap yang bijaksana. Beberapa cara menghemat air, antara lain sebagai berikut.

1. menutup kran dengan rapat setelah selesai menggunakan;
2. mandi dan merncuci pakaian dengan air secukupya;
3. menyiram halaman rumah dengan air bekas cucian;
4. menyiram tanaman denga air bekas mencuci sayuran.
Tag : Info, IPA
0 Komentar untuk "Siklus Air di Bumi"

Back To Top